Peran Perawat dalam Bimbingan Ibadah Pasien

Standar

perawat-jadi_pengusaha

Profesi keperawatan dalam islam adalah dipandang sebagai profesi yang mulia.akan tetapi hal itu berlaku apabila asuhan keprawatan yang dilakukan sesuai dengan syari’ah islam,yaitu dengan memperhatikan kaidah-kaidah dan aturan-aturan dalam islam.dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa:

bertolong-tolonglah kamu dalam hal kebaikan,dan janganlah kamu bertolong-tolong dalam hal keburukan atau kejahatan”.

dari ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an menganjurkan untuk membantu orang orang yang sedang kesulitan dalam hal ini adalah pada keadaan sakit.seperti yang dicontohkan oleh rufaidah di zaman Rasulullah Saw.sebagai perumpamaan dalam penerapan asuhan keperawatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam islam.misalnya adalah bagaimana cara bersuci dan shalat bagi pasien yang sedang sakit.

Peran agama terhadap kondisi pasien:
1. Peran agama terhadap kondisi psikologi

Orang yang merasa dirinya dekat dengan Tuhan, diharapkan akan timbul rasa tenang dan aman, yang merupakan salah satu ciri sehat mental yaitu:

  • mengatur pola hidup individu dengan kebiasaan hidup  sehat
  • memperbaiki persepsi ke arah positif
  • memiliki cara penyelesaian masalah yang spesifik
  • mengembangkan emosi positif
  • mendorong kepada kondisi yang lebih sehat2. Peran agama terhadap kondisi sosio

Umumnya para penganut agama akan melakukan kegiatan ibadah atau kegiatan sosial lainnya secara bersama-sama. Dan kegiatan bersama seperti ini dilakukan secara berulang-ulang, sehingga dapat menimbulkan rasa kebersamaan dan meningkatkan solidaritas antarjamaah. bahwa orang dengan skor religiusitas tinggi, pada umumnya dapat membina keharmonisan keluarga, dan pada umumnya dapat membina hubungan yang baik di antara keluarga.

3. Peran agama terhadap kondisi psikologik

Peran keagamaan terhadap perubahan fisik–biologik, bahwa dengan perkataan yang baik dan halus sebagaimana perkataan orang yang sedang berdoa dapat mengubah partikel air menjadi kristal heksagonal yang indah, dan selanjutnya bermanfaat dalam upaya kesehatan secara umum. Begitu juga kaitan antara sholat tahajud dengan kesehatan telah, bahwa mereka yang melaksanakan sholat tahajud secara rutin, setelah 4 minggu akan menunjukkan peningkatan kadar limfosit dan kadar imunoglobulin, dan terus meningkat sampai minggu ke delapan. Meningkatnya kadar limfosit dan imunoglobulin menggambarkan makin tingginya daya tahan tubuh secara imunologik (Sholeh, 2000).

             Perawat adalah profesi yang berkecimpung dengan manusia baik yang bersifat perseorangan, keluarga, atau masyarakat, dimana tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan baik yang sifatnya untuk penyembuhan atau pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan tertentu. Profesi ini bekerja memberikan pelayanan kesehatan dengan cara memenuhi kebutuhan dasar manusia yang mengalami penyimpangan kesehatan. Dia bekerja dengan pasien secara menyeluruh, baik yang meliputi sisi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dirawat itu dari mulai rentang bayi yang baru lahir sampai lanjut usia, maka dari itu seorang perawat tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan saja tetapi psikologis, fisik, sosial, dan spiritual itu sangat lah penting, memberikan pelayanan kesehatan pada pasien dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia untuk mempertahankan keadaan fisik, emosi, intelektual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat.

Peran perawat sangat penting di dunia kesehatan, sebagai perawat yang profesional harus mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada klien dengan memperhatikan kebutuhan dasar manusia (KDM), dan mampu memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis, psikologis, dan spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok, dan masyarakat. Selain itu parawat yang profesional harus memiliki visi transcendental. Peranan  perawat tidak sebatas memberikan pengobatan secara fisik melainkan juga pengobatan psikis (kejiwaan) pasien. Diyakini, dengan dibantu oleh terapi secara psikis akan lebih membantu kesembuhan pasien karena kondisi kejiwaannya lebih tenang.

1. Perawat juga bisa membimbing ritual keagamaan sesuai dengan keyakinan klien, seperti cara bertayamum, salat sambil tiduran, atau berzikir dan berdoa. “Bila perlu perawat dapat mendatangkan guru agama pasien untuk dapat memberikan bimbingan rohani hingga merasa tenang dan damai. Dalam kondisi sakaratul maut perawat berkewajiban mengantarkan klien agar wafat dengan damai dan bermartabat. Dan dengan berdzikir, hati seorang akan terasa tentram. Ini adalah mutlak, tercantum dalam Al-quran surat al-ra’du : 28 dan sabda Rasulullah SAW bawa dzikir kepada Allah adalah pengobat hati, dengan syarat ia harus beriman dan ikhlas. hal ini sesuai dengan penelitian Dr.Moh.Sholeh M.pd. karena pada hakikatnya sahalat adalah dzikir, maka dzikir yang ikhlas akan mendatangkan rasa senang, optimis, dan persepsi positif.

2.   Tugas seorang perawat, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. “Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya, tapi kalauAllah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat, katanya”.

3.   Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin shaleh yang bisa mendatangkan ”manjurnya” doa. Sedangkan Isep Zainal Arifin menekankan, perawat bisa memberikan bimbingan langsung seperti tukar pikiran, berdoa bersama, dan bimbingan ibadah. “Bimbingan tak langsung bisa berupa ceramah, percikan kata hikmah, buletin, doa tertulis, maupun tuntunan ibadah secara tertulis. Dengan bimbingan itu diharapkan dapat membantu proses kesembuhan pasien,” timpalnya.

4.   Membimbing dalam berzakat baik itu zakat fitrah maupun zakat mal
Ketika pasien dirawat kebetulan menjelang idul fitri maka perawat mengingatkan pasien atau pihak keluarga untuk mengeluarkan zakat fitrah.perawat mengingatkan untuk mengeluarkan zakat mal apabila telah diketahui harta yang dimiliki sudah memenuhi untuk zakat.

Peran perawat dalam membimbing ibadah bagi pasien antara lain:

1.      Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang sakit.

Orang Sakit Do’a Menjenguk

*اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا * رواه الترمذ

Allohumma adzhibil ba’sa robbannaasi wasyfi fa antassyaafi laa syifaa a illa syifaa uka syifaal laa yughoodiru saqoma.

Artinya :

Ya Alloh semoga engkau menghilangkan penyakit wahai Tuhan manusia, dan berilah kewarasan, sebab Engkau adalah Dzat yang memberi kewarasan, tiada obat kecuali obat Engkau yang menghilangkan penyakit.

Keutamaan doa ini adalah wujud pasrah pada Alloh yaitu dengan memuji Allah untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Allah.

2.      Membimbing pasien ketika tiba waktu solat

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. 

Cara yang baik untuk dilakukan perawat adalah :

a. Mengingatkan pada pasien bahwa sudah tiba waktu untuk melaksanakan solat

b.  Menanyakan pada pasien untuk mau melakukan ibadah solat atau tidak

c.  Menanyakan apakah perlu bimbingan untuk melaksanakan solat atau tidak

d.  Menanyakan apakah pasien mampu berwudlu atau tidak, apabila tidak, perawat akan membantu pasien untuk bertayamum jika pasien tidak boleh kena air , jika boleh kena air perawat membantu pasien untuk berwudhu dengan air dan perawat yang membantu harus seseuai dengan pasien yang dibantu jika pasien perempuan perawatnya juga harus perempuan dan sebaliknya.

–          Menepuk kedua telapak tangan pada tanah, debu, dll (perhatikan gambar A)

–          Mengusap wajah (perhatikan gambar B)

Setelah menepukkan tangan, usapkan kedua telapak tangan tersebut pada wajah.

–          Mengusap tangan sampai pergelangan tangan (perhatikan gambar C)

Setelah muka diusap, kemudian kedua telapak tangan itu mengusap satu sama lain. Termasuk punggung telapak tangan sampe pergelangan.

–          Doa setelah wudhu

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

e.  Jika pasien tidak mampu melaksanakan sholat dengan berdiri, maka bisa dengan posisi duduk, jika tidak bisa dalam posisi duduk  pasien bisa melakukan dalam posisi berbaring dengan menghadap ke arah kiblat. Dan untuk pasien yang kondisinya sangat lemah bisa melakukan solatnya dalam hati. HR. Al-bukhori

3.       Membimbing pasien membaca Al-Quran dan membacakan surat yasin

اُتْلُ مَآ اُوحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَاَقِمِ الصَّلَوةَ صلى اِنَّ الصَّلَوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِقلى وَلَذِكْرُ اللهُ اَكْبَرُقلى وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Arti : “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu daripada al-Kitab dan dirikanlah shalat; sesungguhnya shalat itu mencegah dari yang keji dan yang munkar. Dan sesungguhnya ingat akan Allah itu adalah lebih besar. Dan Allah Mengetahui apa pun yang kamu perbuat.” (QS. Al-Ankabut : 45)

Bimbing  pasien dengan membaca Al-Quran  terutama ayat-ayat dengan orang sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Dan memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-Quran daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya. Dengan membaca al-Quran hati pasien akan jauh lebih tenang dan selalu berpasrah kepada Alla swt atas kesembuhannya Jika pasien dalam keadaan koma atau sekarat bantu dengan perawat membaca surat yasin jika tidak ada saudara yang menemani pasien.

Dalam quran disebutkan bahwa Al-quran adalah pelajaran dan obat bagi penyakit batin serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Penelitian di Florida, AS ada sebuah lembaga meneliti tentang menyembuhkan penyakit jiwa melalui pengaruh bacaan Al-quran. Sampel terdiri dari orang-orang yang mengerti bahasa Al-quran dan yang tidak mengerti, semuanya non islam dan mengalami gangguan jiwa. Ternyata bagi yang mengerti bacaan ayat Al-quran dapat memperoleh kesembuhan secara bertahap dan yang tidak mengerti bahasa Al-quran juga mengalami kesembuhan secar kurang intensif dibanding yang mengerti bahasa al-quran. Dengan membacanya atau mendengarkannya saja sudah bisa dibuktikan betapa besar daya pengaruh Al-quran bagi manusia yang mengalami gangguan jiwa, apalagi bagi yang sehat dan dapat berpikir dengan jernih. sudah barang pasti kaalu dikaji dan dilaksanakan semua ajarannya, dijamin,niscaya akan mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

4.       Membimbing pasien untuk berpuasa

Dalam hal ini jika orang tersebut sakit pada waktu bulan ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Berkenaan dengan puasa, orang sakit boleh memilih salah satu dari 3 keadaan :

  • Jika orang yang sakit tidak merasa berat dan tidak membahayakan jika berpuasa, ia wajib berpuasa
  • Jika orang yang sakit merasa berat untuk berpuasa, makruh baginya untuk berpuasa Jika Allah tela menyambuhkannya maka ia wajib berpuasa
  • Jika berpuasa membahayakan dirinya, maka diharamkan ia mengerjakanya. Jika allah telah menyembuhkannya, Ia wajib berpuasa.

Referensi :

http://www.academia.edu/9125508/Peran_Perawat_dalam_Membimbing_Ibadah_Bagi_Pasien

digilib.unimus.ac.id/download.php?id=12993

Iklan